Tugas Balai Bahasa Provinsi Bali adalah melaksanakan penelitian, pengembangan, dan pembinaan bahasa dan sastra di daerah.

 

Fungsi Balai Bahasa adalah

  1.  pengkajian bahasa dan sastra;
  2. pemetaan bahasa dan sastra;
  3. pemasyarakatan bahasa dan sastra Indonesia;
  4. fasilitasi pelaksanaan pengkajian dan pemasyarakatan bahasa dan sastra;
  5. pemberian layanan informasi kebahasaan dan kesastraan; dan
  6. pelaksanaan kerja sama di bidang kebahasaan dan kesastraan.

Pelayanan Balai Bahasa Provinsi Bali

  1. menerima pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan masalah kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah;
  2. melayani konsultasi secara perseorangan atau kelompok, baik melalui tatap muka, surat, faksimile, telepon, maupun kunjungan bersama, tentang penyusunan karya tulis, bahasa surat dinas, dan bahasa laporan ;
  3. menyediakan tenaga untuk menyunting naskah-naskah atau bahan terbitan lain yang berbahasa Indonesia dan/atau daerah;
  4. menyediakan tenaga untuk penyuluhan bahasa dan sastra Indonesia dan daerah;
  5. menyediakan tenaga untuk menjadi juri dalam lomba-lomba yang berhubungan dengan kebahasaan dan kesastraan dan lomba penulisan pada umumnya;
  6. menyediakan perpustakaan bagi masyarakat, terutama yang berminat dengan masalah kebahasaan dan kesastraan;
  7. menyediakan tes Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) untuk siswa, guru, mahasiswa, dosen, dan masyarakat;
  8. menyediakan tenaga ahli bahasa sebagai pendamping bahasa untuk kepentingan pembuatan peraturan perundang-undangan, persidangan di pengadilan, penyelidikan kepolisian, dll.

Balai Bahasa Provinsi Bali siap menjalin kerja sama dengan lembaga-lembaga lain, baik negeri maupun swasta, atau dengan perseorangan di bidang kebahasaan dan kesastraan Indonesia dan daerah, misalnya dalam hal penelitian, penyuluhan, pelatihan, siaran pembinaan, penyuntingan, penjurian, pertemuan kebahasaan/kesastraan, dll.

FacebookTwitterGoogle+LinkedInPrintShare