Denpasar–Balai Bahasa Bali telah menyelenggarakan Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Tingkat Dasar dan Menengah Tahun 2018. Bahan bacan literasi ini berupa buku yang berisi teks narasi, deskripsi, eksposisi, dan/atau prosedural. Enam subtema yang ditawarkan dalam sayembara ini, yaitu lanskap dan perubahan sosial masyarakat perkotaan dan perdesaan, kekayaan bahasa daerah, pelajaran penting dari tokoh-tokoh Indonesia, kuliner Indonesia, arsitektur tradisional Indonesia, dan cerita tentang anak Indonesia.

WhatsApp Image 2018-03-29 at 08.10.23Tim juri Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Tingkat Dasar terdiri atas pakar sastra dan praktisi yang terkenal di Bali, yaitu Dra. Ida Ayu Oka Rusmini, Drs. Nyoman Tusthi Eddy, dan I Made Sujaya, S.S., M.Hum. Sementara itu, tim juri Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Tingkat Menengah adalah Dr. I Wayan Artika, S.Pd., M.Hum., Ida Bagus W. Widiasa Keniten, S.Pd., M.Hum., dan Wayan Jengki Sunarta. Kedua tim juri telah memutustkan dan menetapkan pemenangnya melalui proses seleksi yang sangat ketat.

Untuk ketiga pemenang Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Tingkat Dasar adalah guru-guru yang berprestasi dan ketiganya berasal dari Kabupaten Karangasem. Guru Bahasa Indonesia SMA PGRI 1, I Gede Aries Pidrawan (“Gerubug”), I Nyoman Agus Sudipta (“Bocah Penjaga Sawah”), dan I Ketut Sandiyasa (“Mutiara Tanah Anom”), keluar sebagai pemenang.

Kedua pemenang Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Tingkat Menengah adalah Ni Nyoman Ayu Suciartini (“Bersinar di Timur Pulau Bali”) dan I Nyoman Payuyasa (“Dari Mata Turun ke Kata”).

Hadiah Pemenang

Pemenang akan memperoleh piagam, trofi, dan uang pembinaan. Masing-masing pemenang dari dua kategori sayembara memperoleh uang tunai sebesar @ Rp 6.000.000,00. Penyerahan hadiah dilaksanakan bertepatan dengan puncak kegiatan Olimpiade Bahasa dan Sastra bersamaan dengan ulang tahun Balai Bahasa Bali di Aula Balai Bahasa Bali dari pukul 08.00 sampai selesai, bulan Juni mendatang.

Mengasah Bakat Menulis

Di sela-sela rapat juri penetapan pemenang yang dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Maret 2018 di Balai Bahasa Bali, Oka Rusmini mengatakan bahwa kegiatan sayembara ini memiliki peluang besar untuk membudayakan generasi muda mengasah bakat menulis dan  menumbuhkan gerakan literasi nasional.

“Muatan lokal daerah Bali makin diketahui masyarakat Indonesia,” lanjut Tusthi Eddy. Selanjutnya, Sujaya menambahkan argumen bahwa ajang ini adalah media penulis untuk berlomba mengembangkan diri. Ketiga juri lainnya, I Wayan Artika, Ida Bagus W. Widiasa Keniten, dan Wayan Jengki Sunarta pun mengungkapkan hal serupa. Juri sepakat untuk sayembara ke depan, diharapkan penulis fokus pada penulisan teks cerita. Penulis tidak dibebani soal grafika lagi.

Keenam dewan juri tersebut berdebat dan beradu argumen untuk menentukan pemenang sayembara dalam dua kategori, yaitu tingkat dasar dan menengah. Berikut nama-nama pemenang dan nilai serta judul ceritanya.

No. No. Urut Naskah Total Nilai Nama Judul
1. 2 964 I Nyoman Agus Sudipta Bocah Penjaga Sawah
2. 6 981 I Gede Aries Pidrawan Gerubug
3. 7 925 I Ketut Sandiyasa Mutiara Tanah Aron
No. No. Urut Naskah Total Nilai Nama Judul
1. 1 955 I Nyoman Payuyasa Dari Mata Turun ke Kata
2. 3 1007 Ni Nyoman Ayu Suciartini Bersinar di Timur Pulau Bali

 

Selamat kepada para pemenang dan kegiatan seperti ini dapat memacu semangat untuk terus berkreativitas dan berkarya. Tahun berikutnya kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali oleh Balai Bahasa Bali dengan sasaran generasi muda, guru, sastrawan, dan masyarakat lainnya. (Ret)

 

Balai Bahasa Provinsi BaliBerita
Denpasar--Balai Bahasa Bali telah menyelenggarakan Sayembara Penulisan Bahan Bacaan Literasi Tingkat Dasar dan Menengah Tahun 2018. Bahan bacan literasi ini berupa buku yang berisi teks narasi, deskripsi, eksposisi, dan/atau prosedural. Enam subtema yang ditawarkan dalam sayembara ini, yaitu lanskap dan perubahan sosial masyarakat perkotaan dan perdesaan, kekayaan bahasa daerah,...
FacebookTwitterGoogle+LinkedInPrintShare